Kamis, 28 Mei 2015

2.1  Pengertian Gambling
Judi atau permainan “judi” atau “perjudian” menurut Kamus besar Bahasa Indonesia adalah “Permainan dengan memakai uang sebagai taruhan”. Berjudi ialah mempertaruhkan sejumlah uang atau harta dalam permainan tebakan berdasarkan kebetulan, dengan tujuan mendapatkan sejumlah uang atau harta yang lebih besar dari pada jumlah uang atau harta semula.
Perjudian (gambling) dalam kamus Webster didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang melibatkan elemen risiko. Dan risiko didefinisikan sebagai kemungkinan terjadinya suatu kerugian. Sementara Robert Carson & James Butcher (1992) dalam buku Abnormal Psychology and Modern Life, mendefinisikan perjudian sebagai memasang taruhan atas suatu permainan atau kejadian tertentu dengan harapan memperoleh suatu hasil atau keuntungan yang besar. Apa yang dipertaruhkan dapat saja berupa uang, barang berharga, makanan, dan lain-lain yang dianggap memiliki nilai tinggi dalam suatu komunitas.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa perjudian adalah perilaku yang melibatkan adanya risiko kehilangan sesuatu yang berharga dan melibatkan interaksi sosial serta adanya unsur kebebasan untuk memilih apakah akan mengambil risiko kehilangan tersebut atau tidak.
Online Gambling yaitu istilah untuk berjudi menggunakan internet. Internet telah memberikan cara baru untuk perjudian dengan cara online. Situs judi online makin diminati di tanah air. Keleluasaan menjalankan aktivitas dan transaksi judi jadi pemicunya.
2.2  Sejarah Online Gambling
  1. Tahun 1994
Pada tahun 1994 negara Antigua dan Barbuda di Karibia meloloskan undang-undang kebebasan berdagang dan mengolah, yang kemudian membuat perizinan kepada organisasi-organisasi untuk membangun membuka kasino online menjadi mudah. Sebelum kasino online, perangkat lunak perjudian berfungsi penuh pertama dikembangkan oleh Microgaming, perusahaan ini dijamin dengan perangkat lunak yang dikembangkan oleh CryptoLogic, sebuah perusahaan perangkat lunak keamanan online. Karena dijaminnya keamanan transaksi online, menyebabkan kasino online populer pada tahun 1994.
  1. Tahun 1996
Pada tahun 1996 dibentuklah komisaris perjudian Kahnawake yang tugasnya mengatur aktivitas perjudian online dari daerah Kahnawake dan menerbitkan lisensi perjudian online kepada kasino dan poker online di seluruh dunia. Ini adalah upaya agar kegiatan operasional dari organisasi judi online tetap adil dan transparant.
  1. Akhir tahun 90an
Pada akhir 1990-an, judi online mendapatkan popularitas. Situs-situs perjudian internet telah meningkat dari hanya 15 situs pada tahun 1996, menjadi 200 situs pada tahun 1997. Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Frost & Sullivan mengungkapkan bahwa pendapatan judi online telah melampaui $ 830.000.000 pada tahun 1998. Multiplayer judi online juga diperkenalkan pada tahun 1999. Ini adalah pertama kalinya orang bisa berjudi, chatting dan berinteraksi satu sama lain dalam lingkungan yang interaktif.
2.3  Faktor – faktor Gambling
Perilaku berjudi memiliki banyak efek samping yang merugikan bagi penjudi maupun keluarganya. Hal ini mungkin sudah sangat disadari oleh para penjudi. Anehnya tetap saja mereka sulit untuk meninggalkan perilaku berjudi jika sudah terlanjur mencobanya. Dari berbagai hasil penelitian lintas budaya yang telah dilakukan para ahli diperoleh beberapa faktor yang amat berpengaruh dalam memberikan kontribusi pada perilaku berjudi. faktor tersebut adalah:
1. Faktor Sosial & Ekonomi
Bagi masyarakat dengan status sosial dan ekonomi yang rendah perjudian seringkali dianggap sebagai suatu sarana untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Tidak mengherankan jika pada masa undian di Indonesia zaman orde baru yang lalu, peminatnya justru lebih banyak dari kalangan masyarakat ekonomi rendah seperti tukang becak, buruh, atau pedagang kaki lima.
Dengan modal yang sangat kecil mereka berharap mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya atau menjadi kaya dalam singkat tanpa usaha yang besar. Selain itu kondisi sosial masyarakat yang menerima perilaku berjudi juga berperan besar terhadap tumbuhnya perilaku tersebut dalam komunitas.
2. Faktor Situasional
Situasi yang bisa dikategorikan sebagai pemicu perilaku berjudi, diantaranya adalah tekanan dari teman-teman atau kelompok atau lingkungan untuk berpartisipasi dalam perjudian dan metode-metode pemasaran yang dilakukan oleh pengelola perjudian. Tekanan kelompok membuat sang calon penjudi merasa tidak enak jika tidak menuruti apa yang diinginkan oleh kelompoknya. Sementara metode pemasaran yang dilakukan oleh para pengelola perjudian dengan selalu mengekspose para penjudi yang berhasil menang memberikan kesan kepada calon penjudi bahwa kemenangan dalam perjudian adalah suatu yang biasa, mudah dan dapat terjadi pada siapa saja (padahal kenyataannya kemungkinan menang sangatlah kecil).
Peran media massa seperti televisi dan film yang menonjolkan keahlian para penjudi yang “seolah-olah” dapat mengubah setiap peluang menjadi kemenangan atau mengagung-agungkan sosok sang penjudi, telah ikut pula mendorong individu untuk mencoba permainan judi.
2.4  Jenis – Jenis Gambling
a. Games You Can Beat
Dalam games you can beat penjudi sangat kompetitif dan ingin sekali untuk menang. Penjudi juga berusaha extra keras untuk dapat menguasai permainan. Dalam kategori ini penjudi menanganggap kemenangan diperoleh melalui permainan dengan penuh keahlian dan strategi yang jitu serta dapat membaca strategi lawan. Penjudi harus dapat memilih dan membuat keputusan secara tepat kapan harus ikut bermain. Secara singkat dapat dikatakan bahwa permainan judi jenis ini adalah, permainan yang dirancang khusus bagi penjudi yang hanya mementingkan kemenangan. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
Poker Online
download










Poker adalah sebuah permainan kartu. Aturan permainannya bervariasi sesuai dengan varian poker yang sedang dimainkan, dimana seseorang akan memenangkan permainan ini jika memiliki nilai kartu yang paling besar dibanding dengan pemain lainnya.
Jenis permainan poker: Texas Hold’em, Omaha Hold’em, Pineapple Holdem – Crazy Pineapple, Stud, Draw Poker, Lowball, Razz, Badugi, Mixed Poker Games, Poker Tournaments.
Casino Online   
Watts-Uproulette-royal

playtech-blackjack

Merupakan jenis kasino virtual atau kasino online.
Klasifikasi kasino online: Slots, Scratch, Table Game (Roulette, Blackjack), Jackpot
Judi Bola Online
images (2)images (1)
Merupakan ajang judi bola berbasis internet. Pilihan yang paling banyak diminati untuk bertaruh olahraga pilihan. Taruhannya bisa tentang aspek apapun dari sebuah permainan dan pasaran yang disediakan oleh sebuah situs. Biasanya diharuskan memilih salah satu tim yang akan bertanding kemudian anda harus menetukan nominal uang yang dipertaruhkan.
b. Patience Games
Bagi penjudi yang ingin santai dan tidak terburu-buru untuk mendapatkan hasil, maka patience games merupakan pilihan yang paling digemari. Dalam perjudian model ini para penjudi menunggu dengan sabar nomor yang mereka miliki keluar. Bagi mereka masa-masa menunggu sama menariknya dengan masa ketika mereka memasang taruhan, mulai bermain atau pun ketika mengakhiri permainan. Termasuk dalam kategori ini adalah: .

download (1)Togel Online











Togel adalah sebutan Lotto/ Toto di Indonesia. Permainan yang berhubungan dengan angka – angka atau nomor. Setiap orang akan memasang prediksi seluruh atau sebagian nomor yang akan keluar setiap hari pasaran.
c. Mobil Gambling
1Merupakan perjudian dengan menggunakan wereless device, seperti PDAs, Wereless, Tabled PCs.




2 



3







Banyak inovator yang telah mengembangkan layanan perjudian online untuk dapat dimainkan langsung dari ponsel. Permainan judi online mobile ini dirancang agar para penjudi dapat menikmati hiburan melalui grafis dan efek suara langsung dari ponsel tanpa harus duduk di depan layar komputer.
2.5  Perilaku Gambling
Untuk memahami apakah prilaku berjudi termasuk dalam perilaku yang patologis, maka perlu dipahami terlebih dahulu kadar atau tingkatan penjudi tersebut. Hal ini penting mengingat bahwa perilaku berjudi termasuk dalam kategori perilaku yang memiliki kesamaan dengan pola prilaku adiksi. Pada dasarnya ada tiga tingkatan atau tipe penjudi, yaitu:
1. Social Gambler
Penjudi tingkat pertama adalah para penjudi yang masuk dalam kategori “normal” atau seringkali disebut social gambler, yaitu penjudi yang sekali-sekali pernah ikut membeli lottery (kupon undian), bertaruh dalam pacuan kuda, bertaruh dalam pertandingan bola, permainan kartu atau yang lainnya. Penjudi tipe ini pada umumnya tidak memiliki efek yang negatif terhadap diri maupun komunitasnya karena mereka pada umumnya masih dapat mengontrol dorongan-dorongan yang ada dalam dirinya. Perjudian bagi mereka dianggap sebagai pengisi waktu atau hiburan semata dan tidak mempertaruhkan sebagian besar pendapatan mereka ke dalam perjudian. Keterlibatan mereka dalam perjudian pun seringkali karena ingin bersosialisasi dengan teman atau keluarga.
2. Problem Gambler
              Penjudi tingkat kedua disebut sebagai penjudi “bermasalah” atau problem gambler yaitu prilaku berjudi yang dapat menyebabkan terganggunya kehidupan pribadi, keluarga, maupun karir. Meskipun belum ada indikasi bahwa mereka mengalami suatu gangguan kejiwaan (National Council on Problem Gambling USA, 1997). Para penjudi jenis ini seringkali melakukan perjudian sebagai cara untuk melarikan diri dari berbagai masalah kehidupan. Penjudi bermasalah ini sebenarnya sangat berpotensi untuk masuk ke dalam tingkatan penjudi yang paling tinggi yang disebut penjudi pathologis. Menurut penelitian Shaffer, Hall, dan Vanderbilt (1999) yang dimuat dalam American Journal of Public Health, No. 89, ada 3,9% orang dewasa di Amerika Bagian Utara yang termasuk dalam kategori penjudi tingkat kedua ini dan 5% dari jumlah tersebut akhirnya menjadi penjudi patologis.
3. Pathological Gambler
              Penjudi tingkat ketiga disebut sebagai penjudi “pathologis” atau pathological gambler atau compulsive gambler. Ciri-ciri penjudi tipe ini adalah ketidak mampuannya melepaskan diri dari dorongan-dorongan untuk berjudi. Mereka sangat terobsesi untuk berjudi dan secara terus-menerus terjadi peningkatan frekuensi berjudi dan jumlah taruhan tanpa dapat mempertimbangkan akibat-akibat negatif yang ditimbulkan oleh perilaku tersebut.
             Meskipun pola perilaku berjudi ini tidak melibatkan ketergantungan terhadap suatu zat kimia tertentu, namun menurut para ahli perilaku berjudi yang sudah masuk dalam tingkatan ketiga dapat digolongkan sebagai suatu perilaku yang bersifat adiksi (addictive disorder). DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-fourth edition) yang dikeluarkan oleh APA menggolongkan pathological gambling ke dalam gangguan mental yang disebut impulse control disorder. Menurut DSM-IV diperkirakan 1% – 3% dari populasi orang dewasa mengalami gangguan ini. Individu yang didiagnosa mengalami gangguan perilaku jenis ini seringkali diidentifikasi sebagai orang yang sangat kompetitif, sangat memerlukan persetujuan atau pendapat orang lain dan rentan terhadap bentuk perilaku adiksi yang lain.

Beberapa fase yang dapat dibedakan untuk mengukur perilaku gambling :
1. Fase Induksi dan Fase Adopsi
 Fase Induksi perkenalan dengan dunia perjudian, biasanya masih kala usia masih muda dengan orientasi, dan pengaruh pergaulan. Fase Adopsi Mengambil kebiasaan atau kebiasaan (melewati waktu luang, atau iseng). Moment ini yang menentukan terus atau tidak bermain judi.
2. Fase dari promosi
            Fase dari promosi ini sudah menjadi pilihan untuk mau main judi. Jadi behaviornya (kelakuan) untuk main sudah jadi kesibukannya, karena ada motivasi pribadi yang diharapkan untuk terwujud.
3. Fase ketagihan
            Perubahan tingkah laku dari yang awalnya bisa mengontrol menjadi ketagihan judi. Dalam fase ini yang paling banyak di alami pada perkembangan ketagihan dengan judi adalah, fase menang, fase kalah dan fase putus asa, dimana hubungannya dengan situasi keuangan dari si penjudi.
4. Fase Memulai
            Fase ini penting untuk si pemain. Oleh sebab itu dalam perjudian banyak dipakai kata, “beginers luck”. Jika pada permulaannya sudah menderita kalah, maka dia tidak begitu tertarik lagi untuk main seterusnya.
5. Fase Menang
            Fase ini mempunyai pendirian tertentu. Untuk pertama kali, pemain akan bermain taruhan dengan nilai uang yang kecil. Jika pemain menang dan mendapatkan nominal uang yang lebih besar, maka ia akan merasa senang. Hal ini akan membuat ia semakin ketagihan ubntuk bermain. Biasanya si pemain kehilangan realitas karena kemenangannya dan merasa hebat dengan wawasannya mengenai permainan judi. Ciri-ciri penjudi telah mencapai fase menang adalah :
a. Sekali- kali main judi kemudian semakin sering bermain.
b. Sering menang, mendapat rasa senang dan tergiur lebih sering pergi bermain.
c. Taruhannya jadi lebih tinggi, untuk pemenuhan ambisi mendapat keuntungan besar.
d. Fantasi mengenai kemenangan, menyombongkan diri mengenai hasilnya.
6. Fase kalah
            Fase ini si pemain sudah mulai sering kalah, dia mulai mendapat perasaan bahwa dia juga bisa kalah, dengan ini harga dirinya mulai kacau. Dia hanya melihat jalan satu-satunya bermain lebih intensif, dengan harapan kekalahannya atau kerugiannya bisa kembali. Jika disinggung tentang kelakuannya bermain judi dia akan merasa tersinggung, marah dan akhirnya memperlihatkan kelakuan yang tidak benar, seperti berbohong dan menipu.
Problem yang paling besar bagi si penjudi dalam fase ini adalah bagaimana mendapat uang supaya bisa bermain judi. Banyak pemain dalam fase ini meminjam uang di bank, teman, atau bahkan korupsi. Ciri dari fase penjudi kalah yaitu :
a. Periode panjang dengan selalu kalah
b. Hanya judi yang ada dalam pikirannya
c. Merahasiakan kekalahannya, kehilangan kontrol diri
d. Melakukan hal yang tidak menyenangkan (pemarah, mudah tersinggung, mengambil barang.)
e. Pinjam uang besar legal dan illegal
f. Pembayaran utang di tunda atau sama sekali tidak membayar
g. Perubahan pada pribadinya seperti malas bekerja, tidak bertanggung jawab pada kewajiban.
h. Kehilangan waktu untuk relasi dan keluarga
i. Tidak bisa berhenti lagi, ketagihan berat.

2.6  Langkah Pemulihan Dari Kecanduan Gambling
Pemulihan dari ketagihan main judi dapat dibedakan menjadi dua fase, yaitu fase kritik, fase pemulihan, dan fase membangun hidup baru :
1. Fase kritik menjadi fase pemulihan
Fase ini bisa dilihat dari:
a. Beberapa tanggung jawab yang diberikan pada pecandu judi, di ambil alih oleh orang terdekat.
b. Jika penjudi masih dapat menyadarai kenyataan, pemilihan untuk berhenti bermain judi bisa dibuatnya.
c. Penjudi dapat menceritakan masalahnya pada orang yang dipercayainya. Dengan begitu dia dapat mendapat masukan dan membuat pikirannya menjadi lebih jernih.
d. Penjudi dapat mengalihkan pikirannya seperti mencari kesibukan, sehingga waktu habis untuk bekerja.
2. Fase Pemulihan, membangun hidup baru:
a. Membuat planing pemulihan (mencicil pembayaran hutang, pembenahan jadwal kegiatan dan sebagainya)
b. Membuat daftar bagan kekuatan dan kelemahan, dan berusaha untuk konsekuen dan memilahnya untuk menghindari terjebak kembali.
c. Membuat skala prioritas yang berkaitan dengan aktifitas hidup
d. Membuat kepercayaan dari lingkungan, untuk kembali menjalin hubungan baik dengan relasi, teman, pasangan dan keluarga.
e. Terjadi interes yang baru, dan merasa lebih relaks dan bahagia dalam hidup











1 komentar:

  1. Halo, semuanya, tolong, saya dengan cepat ingin menggunakan media ini untuk membagikan kesaksian saya tentang bagaimana Tuhan mengarahkan saya kepada pemberi pinjaman yang benar-benar mengubah hidup saya dari kemiskinan menjadi seorang wanita kaya dan sekarang saya memiliki kehidupan yang sehat tanpa tekanan dan kesulitan keuangan,

    Setelah berbulan-bulan mencoba mendapatkan pinjaman di internet dan saya telah ditipu dari 400 juta, saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman dari kreditor online yang sah dalam kredit dan tidak akan menambah rasa sakit saya, jadi saya memutuskan untuk meminta saran kepada teman saya tentang bagaimana cara mendapatkan pinjaman online, kami membicarakannya dan kesimpulannya adalah tentang seorang wanita bernama Mrs. Maria yang adalah CEO Maria Loan. Perusahaan

    Saya mengajukan jumlah pinjaman (900 juta) dengan suku bunga rendah 2%, sehingga pinjaman yang disetujui mudah tanpa stres dan semua persiapan dilakukan dengan transfer kredit, karena fakta bahwa itu tidak memerlukan jaminan untuk transfer. pinjaman, saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari dua jam uang pinjaman telah disetorkan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya telah dikreditkan dengan jumlah 900 juta. Saya sangat senang bahwa akhirnya Tuhan menjawab doa saya dengan memesan pemberi pinjaman saya dengan kredit saya yang sebenarnya, yang dapat memberikan hati saya harapan.

    Terima kasih banyak kepada Ibu Maria karena telah membuat hidup saya adil, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Ibu Maria dengan baik melalui Email (mariaalexander818@gmail.com) ATAU Via Whatsapp (+1 651-243 -8090) untuk informasi lebih lanjut tentang cara mendapatkan pinjaman Anda,

    Jadi, terima kasih banyak telah meluangkan waktu Anda untuk membaca tentang kesuksesan saya dan saya berdoa agar Tuhan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda.
    Nama saya adalah kabu layu, Anda dapat menghubungi saya untuk referensi lebih lanjut melalui email saya: (kabulayu18@gmail.com)

    Terima kasih semua.

    BalasHapus